Masalah Inovasi dalam Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.20527/tmkm.v1i1.455Kata Kunci:
Inovasi, Masalah, PendidikanAbstrak
Teknologi Pendidikan Pada awalnya pengertian teknologi pendidikan adalah sama dengan teknologi dalam pendidikan, yaitu sarana yang mendukung dalam kegiatan belajar mengajar seperti computer, overhead proyektor, tv, video tape recorder,dll. Kemudian sesuai dengan perkembangan jaman ada beberapa pendapat dengan apa yang dimaksud dengan teknologi pendidikan. Menurut Komisi Definisi dan Terminologi AECT (Association for Educational Communication and Technology) teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.20 Di lain pihak ada yang berpendapat teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Disini yang diutamakan adalah proses belajar itu sendiri, disamping alat-alat yang dapat membantu proses belajar itu. Jadi teknologi pendidikan itu mengenai software maupun hardwarenya. Software berupa menganalisis dan mendisain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilannya. Sedangkan hardwarenya adalah alat peraga, alat pengajaran audio visual aids atau instructional aids seperti radio, film opaque projector, overhead projector, tv, video taperecorder, computer, dll.21 Adapula yang berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pemikiran yang sistematis tentang pendidikan, penerapan metode penyelesaian masalah dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan alat-alat komunikasi modern ataupun tanpa alat- alat tersebut. Pendapat lain mengatakan teknologi pendidikan merupakan kajian dan praktek untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Dari beberapa pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa pengertian teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan (proses pemecahan masalah dalam masalah pendidikan)22 Pengakuan bahwa teknologi pembelajaran menjadi bagian dari teknologi pendidikan sebagaimana diungkapkan dalam definisi 1977 menjadi kajian yang serius di lingkungan ahli-ahli pendidikan,sehingga melahirkan dua kelompok yang memiliki argumentasi masing-masing. Kelompok yang menggunakan istilah teknologi pembelajaran mendasarkan atas dua alasan, yaitu: pertama, kata pembelajaran lebih sesuai dengan fungsi teknologi kedua, kata pendidikan lebih sesuai untuk hal-hal yang berhubungan dengan sekolah atau lingkungan pendidikan. Kelompok ini beranggapan bahwa kata pendidikan digunakan untuk setting sekolah, sedangkan pembelajaran memiliki cakupan yang luas, termasuk situasi pelatihanpula lebih suka belajar dalam hierarki. Konsep Persekitaran Sekolah Persekitaran sekolah boleh ditakrifkan sebagai set ciri dalaman yang membezakan satu sekolah dengan sekolah lain dan mempemgaruhi tingkah laku ahli-ahlinya iaitu kakitangan dan pelajar Hoy dan Miskel (1987). Penyataan ini dikuatkan lagi Fraser (1986), beliau menyatakan bahawa faktor persekitaran sekolah adalah lebih luas dan tidak terhad kepada kelas. Selari dengan pandangan Jarzabkowski (2002), persekitaran sekolah merujuk kepada keseluruhan persekitaran, sumber dan aktiviti saling bersepadu secara langsung atau tidak yang memberi kesan kepada fungsi sekolah. Dari aspek yang lain, persekitaran sekolah merujuk kepada persekitaran fizikal dan iklim psikososial boleh menetapkan peringkat persepsi positif guru dan pelajar terhadap sekolah. Odogwu et al. (2011) menyatakan bahawa persekitaran sekolah sebagai persekitaran sosial, persekitaran afektif dan persekitaran akademik. Sehubungan dengan ini Tableman (2004) telah mengenal pasti empat aspek persekitaran sekolah, iaitu persekitaran fizikal yang mesra dan kondusif untuk pembelajaran, persekitaran sosial yang menggalakkan komunikasi dan interaksi, persekitaran yang berkesan yang menggalakkan rasa kekitaan dan harga diri dan persekitaran akademik yang menggalakkan pembelajaran dan memenuhi diri.

