Dasar Berpikir Filsafat untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya dalam Proses Pembelajaran IPS
DOI:
https://doi.org/10.20527/tmkm.v1i1.155Kata Kunci:
Filsafat, Pembelajaran, IPS, Keterampilan, BertanyaAbstrak
Filsafat dapat digunakan dalam keterampilan bertanya. Peserta didik sering kita dapati enggan untuk bertanya atau takut dalam bertanya bahkan menghindari untuk bertanya. Dengan melakukan sebuah menanamkan konsep berpikir filsafat bahwa segala sesuatu belum benar dan meragukannya lalu timbullah keinginan untuk bertanya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang baik untuk calon guru, mahasiswa, dan guru sekalian untuk menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan proses pembelajaran, dan membantu peserta didik agar membuka pikiran mereka yang tadinya takut menjadi berani untuk bertanya. Penelitian kualitatif digunakan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan tidak hanya dalam bentuk data, tetapi juga dengan melakukan studi kepustakaan seperti artikel dan jurnal. Untuk teknik analisis data meliputi pengumpulan berbagai jurnal dan sumber artikel, mereduksi atau menginterpretasikan data, menyajikan data yang disingkat dan diinterpretasikan, dan menarik kesimpulan, yang kemudian divalidasi ulang. Hasil dari penelitian ini adalah konsep berpikir meragukan suatu hal dapat membantu peserta didik untuk menjadi lebih aktif dalam bertanya.

