Filsafat Ilmu Empirisme Terhadap Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.20527/tmkm.v1i1.140Kata Kunci:
Filsafat Ilmu, Empirisme, Ilmu Pengetahuan SosialAbstrak
Filsafat ilmu memberikan pemahaman sebagai bagian dari filsafat yang mempunyai aktivitas dalam mempelajari ilmu pengetahuan didalam konteks pengalaman manusia secara keseluruhan. Emipirisme merupakan salah satu cabang filsafat ilmu, John Locke seorang tokoh pembawa aliran empirisme dalam filsafat. Dalam aliran John Locke menyatakan bahwa seseorang anak yang lahir ke dunia dapat diibaratkan seperti kertas putih kosong yang tidak ditulis atau dikenal dengan istilah “tabulasi” (lembaran kertas putih). Pengalaman yag terjadi pada manusia yang dialaminya (mencium, merasa, mengecap, mendengar) menjadi dasar munculnya ide-ide sederhana. Tetapi pikiran tidak pasif terhadap apapun dari luar, beberapa aktivitas terjadi di dalam pikiran. Secara khusus, artikel ini memiliki tujuan untuk menjelaskan aliran empirisme yang diterapkan terhadap pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Pada artikel ini, menggunakan studi literatur dalam mempaparkan atau menjelaskan secara komperhensif. Demikian, diperlkukan literatur dan analisis yang berkaitan pada masalah yang diteliti untuk artikel ini. Hasil yang dipaparkan dalam artike ini filsafat ilmu empirisme dapat diterapkan dalam pendidikan ilmu pengetahuan sosial kepada anak. Anak mengembangkan pengetahuan tentu lingkungan sekitarnya berpengaruh terhadap perkembangannya. Jadi, teori ini mengatakan bahwa anak ibaratkan kertas yang putih tergantung pada lingkungan (sekitar). Hal seperti itu, berkaitan dengan ilmu pegetahuan sosial yang mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sekitar masyarakat.

