Pengembangan Bahan Ajar Mendengarkan Berbasis Video Interaktif Bermedia Flash Kelas VII-D SMP Negeri 1 Kedamean
DOI:
https://doi.org/10.20527/tmkm.vi.201Keywords:
Bahan ajar, proses pengembangan, kualitas, implementasiAbstract
Salah satu pesan atau amanat yang tercantum dalam Kurikulum Tigkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan bahan ajar yang mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Tersedianya bahan ajar yang bervariasi akan membuat siswa lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap guru. Kenyataan di sekolah, masih banyak guru yang terpaku pada bahan ajar berupa buku teks. Hal itu menyebabkan pembelajaran menyimak terkadang kurang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Banyak guru yang justru menjadikan kegiatan mendengarkan sebagai kegiatan membaca karena teks bacaan yang seharusnya dijadikan bahan simakan telah tersedia di buku teks. Padahal sebagai kemampuan yang paling mendasar, kegiatan mendengarkan seharusnya diajarkan dengan praktik mendengarkan secara maksimal. Berdasar pada fakta tersebut, peneliti memfokuskan pengembangan pada bahan ajar mendengarkan yang disusun dalam bentuk video interaktif dengan media flash agar proses pembelajaran mendengarkan di sekolah dapat dilaksanakan secara optimal sesuai kompetensi yang diharapkan. Penelitian pemngembangan bahan ajar mendengarkan berbasis video interaktif ini menggunakan model pengembangan Tiagarajan yang disebut 4D, meliputi proses pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Namun karena keterbatasan waktu dan biaya, tahap penyebaran tidak dilaksanakan. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pengembangan, kualitas yang diketahui dari proses validasi, dan implementasi bahan ajar yang ditinjau dari keterlaksanaan bahan ajar, aktifitas, hasil belajar, dan respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Proses pengembangan bahan ajar mendengarkan berbasis video interaktif sudah sesuai dengan model pengebangan 4D. Proses tersebut diawali dengan tahap pendefinisian, telah dilakukan analisis ujung depan, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan analisis tujuan pmbelajaran. Tahap selanjutnya ialah perancangan yang meliputi rancangan materi, media, dan format untuk dihasilkan draf 1 bahan ajar. Kemudian tahap pengembangan yang meliputi validasi, implementasi, dan revisi bahan ajar sampai dihasikan draf akhir bahan ajar. Berdasarkan hasil validasi, kualitas bahan ajar mendengarkan berbasis video interaktif dapat dikategorikan sangat memenuhi. Hasil penilaian dari ahli bahasa dan pembelajaran bahasa mencapai persentase 94,2% dan dari ahli grafika mencapai persentase 95,4%. Implementasi bahan ajar ditinjau dari keterlaksanaan bahan ajar masuk dalam kriteria sangat baik dengan hasil 95,4%, ditinjau dari aktifitas siswa masuk dalam kriteria sangat aktif dengan hasil 89,3%. Hasil belajar siswa juga masuk dalam kiteria sangat baik dengan rata-rata nilai 90. Sedangkan respon siswa tergolong dalam kriteria sangat baik dengan hasil 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar mendengarkan berbasis video interaktif yang dikembangkan telah memenuhi syarat kelayakan dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran secara luas.

