Pengaruh Filsafat sebagai Tradisi Pengembangan Kurikulum Pendidikan IPS
DOI:
https://doi.org/10.20527/tmkm.v1i1.178Kata Kunci:
Filsafat, Kontruktisionisme, PendidikanAbstrak
Setiap orang sejak lahir, tidak terpisahkan dari manusia lain, khususnya dari kedua orang tuanya. Sejak itu si bayi telah melakukan hubungan dengan orang lain. Hubungan sosial telah terjadi. Sesuai dengan penambahan umur dan pengalaman maka hubungan sosial itu semakin meluas. Pengetahuan yang melekat pada diri seseorang itu dapat dirangkum sebagai “Pengetahuan Sosial”. Pengalamannya di masyarakat dan bermasyarakat telah membentuk pengetahuan sosial dalam dirinya masing-masing. Sedangkan “Pengetahuan Sosial” secara resmi baru diketahui setelah kita secara formal bersekolah. Adapun pengaruh filsafat dalam pengembangan kurikulum Pendidikan IPS satu diantaranya adalah aliran Rekonstruksionisme yang berpendapat bahwa sekolah harus diarahkan kepada pencapaian tatanan demokratis yang mendunia.

