Improving Student Competence in The Era of The Industrial Revolution 4.0 Through The MBKM Program
DOI:
https://doi.org/10.20527/sscp.vi.616Keywords:
Curriculum, MBKM, Students, LearningAbstract
Merdeka Belajar-Kampus Merdeka is a policy of the Minister of Education and Culture, which aims to encourage students to master various sciences that are useful for entering the world of work. Kampus Merdeka allows students to choose the courses they will take. Through Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, students have the opportunity to take 1 (one) semester or the equivalent of 20 (twenty) credits of studying outside the study program at the same university; and a maximum of 2 (two) semesters or equivalent to 40 (forty) credits of studying in the same study program at different universities, learning in different study programs at different universities; and/or out-of-College learning. Learning in the Merdeka Campus provides challenges and opportunities for the development of creativity, capacity, personality, and student needs, as well as developing independence in seeking and finding knowledge through reality and field dynamics such as ability requirements, real problems, social interaction, collaboration, self-management, performance demands, targets, and achievements.
References
Ainia, D. K. (2020). Merdeka Belajar Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara Dan Relevansinya Bagi Pengembanagan Pendidikan Karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101.
Ariyana, A., Ramdhani, I. S., & Sumiyani, S. (2020). Merdeka Belajar melalui Penggunaan Media Audio Visual pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 3(2), 356–370.
Baharuddin, M. R. (2021). Adaptasi kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (Fokus: model MBKM program studi). Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 4(1), 195–205.
Baro’ah, S. (2020). Kebijakan merdeka belajar sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan. Jurnal Tawadhu, 4(1), 1063–1073.
Faiz, A., & Purwati, P. (2021). Koherensi Program Pertukaran Pelajar Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan General Education. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 649–655.
Fuadi, T. M., & Aswita, D. (2021). Merdeka belajar kampus merdeka (Mbkm): bagaimana penerapan dan kedala yang dihadapi oleh perguruan tinggi swasta di Aceh. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 5(2), 603–614.
Hasim, E. (2020). Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Perguruan Tinggi Di Masa Pandemi Covid-19. E-Prosiding Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo.
Lase, D. (2019). Pendidikan di era revolusi industri 4.0. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 12(2), 28–43.
Mariati, M. (2021). Tantangan pengembangan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka di perguruan tinggi. Seminar Nasional Teknologi Edukasi Sosial Dan Humaniora, 1(1), 749–761.
Masnun, M. A. (2020). Peluang dan Tantangan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Ilmu Hukum Pada Era Merdeka Belajar. Prosiding Seminar Nasional LP3M, 2.
Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep “merdeka belajar” perspektif aliran progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(1), 141–147.
Sasikirana, V., & Herlambang, Y. T. (2020). Urgensi Merdeka Belajar Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Tantangan Society 5.0. E-Tech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 8(2).
Sherly, S., Dharma, E., & Sihombing, H. B. (2021). Merdeka belajar: kajian literatur. UrbanGreen Conference Proceeding Library, 183–190.
Yusuf, M., & Arfiansyah, W. (2021). Konsep “Merdeka Belajar” dalam Pandangan Filsafat Konstruktivisme. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 7(2), 120–133.
Zuhri, A., Sari, R. P., Oktavinanda, G., Sitompul, S. J., Anggriawin, M., & Pratama, A. (2022). Diseminasi Buku Panduan Magang Kepada Mahasiswa dalam Menunjang Kebijakan MBKM Kemdikbudristek. E-Amal Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(02).