Growing a Digital Literature Culture for Students in the History Education Department Faculty of Teacher Training and Education Lambung Mangkurat University
DOI:
https://doi.org/10.20527/sscp.v1i1.185Kata Kunci:
Era Revolusi Industri 4.0, Pembelajaran Daring, Sumber Belajar Sejarah, Literasi DigitalAbstrak
Era revolusi industri 4.0 merupakan era teknologi informasi yang berkembang pesat di bidang pendidikan. Hal ini semakin kuat ketika pandemi COVID-19 mendera bangsa ini sejak awal tahun 2020. Menghadapi tantangan hidup era revolusi industri 4.0, peran prodi pendidikan sejarah menjadi sangat penting, terutama dalam perkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, pembelajaran sejarah di tuntut mampu masuk kedalam tatanan baru sesuai dengan tujuan utamanya menjadi referensi dan pijakan mengarungi masa depan dari hasil menelaah nilai-nilai kehidupan masa lalu. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran sejarah di era digital. Kedua, mendeskripsikan pengembangan sumber belajar digital dalam pembelajaran sejarah. Melalui metode deskriptif kualitatif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian simpulan akhir dan verifikasi melalui triangulasi data. Subjek penelitian terdiri atas 100 orang mahasiswa dari angkatan 2018, 2019, 2020. Fenomena ini dianalisis untuk dapat memahami peran literasi digital pada sumber belajar sejarah di era digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah awal memiliki kecakapan literasi digital sangat membantu dalam mengarungi kehidupan di era industry 4.0 guna mempersiapkan diri dalam arus informasi yang begitu membludak dan memberikan tuntunan bagi mahasiswa dalam mengakses, menyeleksi, dan memanfaatkan informasi yang kredibel dan tepat sasaran khususnya bagi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh masa pandemi yang mengacu pada kemandirian dan kreativitas personal.